Selasa, 29 November 2011


LEADERSHIP ABURIZAL BAKRIE DALAM MENGELOLA PERUSAHAAN

Ir. H. Aburizal Bakrie atau yang biasa dipanggil  Ical mencuat ke pentas nasional berawal dari dunia bisnis. Dia adalah putra sulung pengusaha H Achmad Bakrie, kelahiran Jakarta 15 November 1946.

Kini, Ical memimpin Bakrie Grup, sebuah kelompok bisnis yang dirintis mendiang ayahnya. Grup bisnis yang dirintis ayahnya bermula dari perdagangan rempah-rempah dan hasil perkebunan, khususnya dari Provinsi Lampung.

Di bawah kendali Ical, Grup Bakrie tetap eksis dan  mampu  bertahan dari badai ekonomi yang  melanda  negeri ini. Sebelum dikenal sebagai pemimpin kelompok usaha ini, Ical memimpin Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Di dunia usaha pula, dia menjabat Ketua Umum Kadin Indonesia sejak 1994 hingga 2004. Posisinya di Kadin telah mengantarnya untuk berkutat pada persoalan-persoalan nasional yang lebih besar daripada persoalan-persoalan yang dialami perusahaannya sendiri. 
Tokoh yang satu ini adalah "trade mark"-nya Kadin (Kamar Dagang dan Industri). Sebutan itu bukan tidak beralasan. Selama sepuluh tahun (periode 1994-1999 dan 1999-2004) memimpin Kadin, Aburizal Bakrie berhasil membawa organisasi pengusaha itu sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan pemerintah.

Usai memimpin Kadin Indonesia, Ical ikut konvensi calon presiden yang diselenggarakan Golkar tahun 2004 dan sempat masuk tujuh besar. Meski kandas, tetapi tampaknya dia memetik pelajaran bagaimana permainan politik sesungguhnya.

Pengalaman menjajaki dunia politik itu kemudian mengantarnya menjadi salah satu menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) periode 2004-2009 dengan posisi sebagai Menko Perekonomian, dan selanjutnya menjabat Menko Kesra. 


Ical pernah disebut-sebut sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya, Bakrie Grup, justru bisa menduduki posisi penting di pemerintahan.

Keluarga Bakrie pernah pula dinobatkan oleh Majalah Forbes Asia sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2007. Dia tidak membantah tetapi juga tidak menanggapinya secara berlebihan.
Apa rahasia sukses bisnis keluarga ini? KABAR heboh itu bertiup dari Singapura. Dari Negeri Singa itulah, majalah Forbes Asia edisi 13 Desember 2007 dilansir. Isinya, seperti tahun-tahun sebelumnya, memajang daftar orang-orang super-tajir alias terkaya dari Indonesia. Dan yang bikin heboh, jawaranya untuk tahun ini adalah Aburizal Bakrie, pengusaha sekaligus politisi yang pernah tersuruk di masa krisis ekonomi satu dekade silam.

Banyak orang terkesiap. Bagaimana mungkin Ical—panggilan akrab Aburizal—yang sebelumnya masih di urutan keenam dengan kekayaan US$ 1,2 miliar, kini menyodok ke urutan teratas? Jawabannya, menurut hasil riset Forbes, terletak pada kemampuannya melipatgandakan pundi-pundi ekayaannya.

Hanya dalam  tempo setahun, kekayaan  keluarga Aburizal Bakrie melejit hampir lima kali lipat dari angka tahun lalu menjadi US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 50,2 triliun! Berkat prestasi ini, Aburizal langsung menggusur lima taipan papan atas sekaligus. Bos Grup Raja Garuda Mas, Sukanto Tanoto, yang tahun lalu dinobatkan sebagai orang terkaya, kini turun satu peringkat ke urutan runner-up.

Sejumlah kolega Aburizal langsung menyambut dengan suka cita pengumuman Forbes itu. Wakil Presiden (waktu itu) Jusuf Kalla dan Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, Suryo B. Sulisto, termasuk di antaranya. ”Jangan lupa, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, orang  terkaya diduduki oleh pengusaha pribumi,” kata Kalla.

Grup Bakrie memang sedang mujur. Menurut seorang bankir investasi, kelompok usaha ini diuntungkan dua berkah sekaligus: harga komoditas yang melonjak di pasar dunia dan serbuan investor global di pasar modal Asia-Pasifik. Itu sebabnya, indeks saham di sejumlah bursa di kawasan ini melesat rata-rata 27 persen sepanjang tahun ini. BursaIndonesia bahkan diperkirakan tumbuh hingga 52 persen.

PT Bumi Resources Tbk. termasuk salah satu unit usaha Grup Bakrie yang ketiban rezeki nomplok. Produsen batu bara terbesar di Indonesia itu ibarat mendapat durian runtuh. Harga batu bara, produk jualannya, meroket dari US$ 50 per ton pada akhir 2006 menjadi US$ 90 per ton di akhir tahun ini. ”Tren ini dipicu oleh lonjakan permintaan dari Cina dan India,” ujar Poltak Hotradero, analis Recapital Asset Management.

Dengan pendapatan berlipat itu, saham Bumi kian kinclong. Investor pun memburunya di lantai bursa. Akibatnya, hanya dalam tempo setahun, harga sahamnya meningkat enam kali lipat, dari Rp 920 per saham pada akhir tahun lalu menjadi Rp 6.000 per 26 Desember lalu. Secara otomatis, kapitalisasi pasar Bumi pun melonjak menjadi Rp 116,4 triliun—terbesar kedua setelah PT Telekomunikasi Indonesia.

Keluarga Bakrie sebagai pemilik 40 persen saham Bumi tentu ikut sumringah. Saham yang dikantonginya itu kini bernilai tunai Rp 47 triliun. Ini berarti lebih dari 90 persen dari total kekayaannya yang ditaksir Forbes sekitar Rp 50,2 triliun berasal dari kepemilikan saham perusahaan tambang ini. ”Ini bukti pasar percaya,” ujar Aburizal di Jimbaran, Bali.

Itu baru dari saham Bumi. Keluarga ini masih memiliki tambang duit lain di bursa Indonesia. Harga saham PT Bakrieland Development naik 223 persen, PT Energi Mega Persada 190 persen, PT Bakrie Sumatra Plantations 126 persen, PT Bakrie & Brothers 96 persen, dan PT Bakrie Telecom 75 persen. Umumnya, keluarga ini menjadi pemilik mayoritas di perusahaan-perusahaan publik tersebut.

Lalu apa rahasia di balik kejayaan Grup Bakrie? Sejumlah analis dan eksekutif dari grup bisnis ini menyebut kuncinya terletak pada kepiawaian manajemen melihat peluang dan waktu dalam pengambilan keputusan. Menurut Suryo Sulisto, Presiden Komisaris Bumi Resources, ini tak lepas dari gerak cepat Grup Bakrie membajak para profesional handal, dari dalam dan luar negeri, untuk menduduki posisi teras manajemen.

Ada pula jawaban lain di balik melejitnya bisnis Bakrie. Di mata ekonom Dradjad Wibowo, kunci kesuksesan Bakrie merupakan gabungan tiga hal: keberuntungan, kepiawaian membaca pasar, dan kedekatan dengan lingkar kekuasaan. Seorang bankir investasi menambahkan satu faktor: kemujuran. Kelihaian Bakrie mencuri peluang dari pesaing bisnisnya tak diragukan lagi.

Ingat saja saat Bakrie berebut saham produsen batu bara terbesar di Indonesia, Kaltim Prima Coal (KPC). Ketika itu, Nirwan Bakrie, operator utama Grup Bakrie yang juga adik Aburizal, bertarung keras dengan David Salim memperebutkan saham KPC milik Rio Tinto dan BP Plc. Padahal, saat itu David disokong oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kalimantan Timur.

Menurut sumber yang terlibat transaksi ini, untuk memuluskan akuisisi, mereka melobi para pejabat. Selain itu, Nirwan bersama Ari S. Hudaya dan Nalinkant Rathod dari Bumi Resources juga berupaya meyakinkan para pemodal. Mereka pun bergerilya ke Singapura, London, hingga New York. Hasilnya, mereka mendapatkan pendanaan dari Credit Suisse First Boston (CSFB) dan United Overseas Bank (UOB). Walhasil, dengan harga US$ 500 juta, Bumi sukses menelikung rivalnya itu.

Transaksi kontroversial KPC ini menandai kebangkitan Grup Bakrie di jagat bisnis Indonesia. Padahal, krisis ekonomi 1998 hampir meruntuhkan kerajaan bisnis yang dirintis Achmad Bakrie, ayah Aburizal, sejak 1942 itu. Akibat terpaan krisis, keluarga Bakrie harus rela tinggal mengantongi 2,5 persen saham di Bakrie & Brothers untuk menyelesaikan restrukturisasi utang dengan para kreditor.
Namun, dari situlah kerajaan bisnis Grup Bakrie akhirnya bisa bangkit kembali.

Berbagai langkah akuisisi dan ekspansi bisnis bahkan terus digenjot. Usahanya merambah ke sektor yang menggiurkan, dari bisnis perkebunan sawit hingga proyek properti. Mereka juga sibuk memburu ladang minyak dan tambang baru.

Bumi, misalnya, saat ini disibukkan oleh rencana akuisisi Herald Resources senilai US$ 455 juta. Herald sedang menggarap proyek Dairi, tambang timbal dan seng di Sumatera Utara. ”Kami optimistis transaksi sukses,” kata Dileep Srivastava, Senior Vice President Investor Relations Bumi.
Mereka juga merambah ke bisnis-bisnis baru. Bakrie mulai masuk ke sektor telekomunikasi, jalan tol hingga air minum. Di bisnis telekomunikasi, mereka sedang giat melebarkan jaringan telekomunikasi Esia, produknya, di luar Jawa. Kelompok usaha ini juga giat menggarap konsesi ruas tol Kanci-Pejagan, bagian dari proyek tol Trans-Java.

Jalan memang tak selalu mulus. Upaya memburu minyak di Blok Brantas, Sidoarjo, Jawa Timur, malah membuahkan petaka. Pada Mei 2006, di areal sumur pengeboran milik Lapindo Brantas Inc., unit usahanya, itu keluar semburan lumpur panas. Bencana ini membuat lebih dari 10 ribu orang mengungsi dan 400 hektare lahan terendam, termasuk sawah, rumah, pabrik dan sekolah. Ekonomi Jawa Timur sempat lumpuh. Tudingan langsung mengarah kepada Grup Bakrie, yang dinilai lalai dalam melakukan pengeboran.
Biografi

Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 62 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005. Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical.

Keluarga Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut
Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono
Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie
Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike)
Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut:
Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi
Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho
Anindra Ardiansyah Bakrie

Pendidikan
Fakultas Elektro, Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 1973

Pekerjaan
1992 – sekarang Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers

Organisasi
2009 - sekarang Ketua Umum Partai Golkar
2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
1994 – 1999 Ketua Umum KADIN periode I
1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
1991 – 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
1988 – 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
1984-sekarang Anggota, Partai Golongan Karya
1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI

Penghargaan
1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce\

Minggu, 27 November 2011


KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI INDONESIA

Pemerintah memiliki pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas manusia Indonesia yang tercermin melalui indeks pembangunan manusia (IPM).

Merujuk data terbaru Human Development Index yang dirilis United Nations Development Programme (UNDP), kualitas manusia Indonesia pada 2011 masih berada di urutan bawah negara-negara ASEAN meskipun mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Presiden Representative UNDP El Mostafa Benlamlih mengingatkan, Pemerintah Indonesia perlu memerhatikan upaya-upaya peningkatan di tiga sektor yakni pendidikan, kesehatan,dan pendapatan per kapita.“Agar bisa bersaing dengan dunia global,” ungkap Mostafa pada konferensi pers di Gedung Kementerian PPN/ Bappenas,Jakarta,kemarin.

Menurut dia, untuk mencapai daya saing itu, beberapa langkah perlu ditempuh, di antaranya meminimalisasi kesenjangan pembangunan di daerah yang hingga saat ini cenderung tidak seimbang. Pemerataan pembangunan penting untuk menarik investasi ke Indonesia. Untuk itu,pemerintah perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. “Orang di Jakarta dan daerah harus punya kesempatan yang sama,” kata dia.

Mostafa juga menekankan pentingnya penguatan sektor pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dia meyakini, jika kualitas manusia dari sisi pendidikan terangkat, daya beli juga berpotensi terangkat. IPM Indonesia tahun ini berada pada level 0,617 atau naik tipis dibandingkan tahun lalu yang berada di level 0,613.

Dengan nilai tersebut, peringkat Indonesia kini berada di posisi ke-124 dari 187 negara. Di ASEAN, Singapura menduduki peringkat pertama dengan IPM 0,866, diikuti Brunei Darussalam dengan nilai 0,838, Malaysia dengan 0,761, Thailand dengan nilai 0,682, dan Filipina dengan nilai 0,644. Indonesia hanya unggul jika dibandingkan Vietnam yang memiliki nilai IPM 0,593, Laos dengan nilai 0,524, Kamboja 0,523, dan Myanmar dengan nilai IPM 0,483.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana memaparkan, indeks kesehatan manusia Indonesia tahun ini berada di level 0,779, indeks pendapatan 0,518, dan indeks pendidikan 0,584. Pemerintah mengklaim terus berupaya mengejar ketertinggalan IPM Indonesia dengan negara lain, minimal dalam satu kawasan.

Pihaknya optimistis kualitas manusia Indonesia bisa diperbaiki dengan ditandai peningkatan IPM Indonesia. “Bisa asal dengan kerja keras,” ujar guru besar Universitas Padjajaran ini. Dia menyebutkan, setidaknya lima hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, di antaranya peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat, dan pengembangan dan peningkatan kapasitas daerah di tengah pemberlakuan sistem desentralisasi. “SDM yang baik akan mendorong percepatan peningkatan daya beli,” kata Armida.

Bappenas juga memfokuskan pada percepatan peningkatan gross national income (GNI) atau pendapatan nasional rumah tangga untuk meningkatkan IPM. Saat ini GNI Indonesia hanya USD3.716. Deputi bidang SDM dan Kebudayaan Kementerian PPN/ Bappenas Nina Sardjunani menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai kebijakan dan program peningkatan IPM.

Program-program tersebut telah sejalan dengan upaya mencapai Millennium Development Goals (MDGs). Untuk bidang kesehatan, pemerintah mengklaim sudah mengeluarkan berbagai kebijakan mulai dari penyediaan bantuan operasional kesehatan, Jamkesmas, Jamkesda,dan Jampersal untuk menjamin kesehatan penduduk.

Di bidang pendidikan, pemerintah meneruskan program Wajib Belajar 9 Tahun untuk peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Bulan Agustus 2011 menunjukkan penurunan tingkat pengangguran. Jumlah pengangguran mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibandingkan keadaan Bulan Februari 2011.Meski begitu, kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih rendah.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Muhaimin Iskandar menyebutkan, berdasarkan data BPS, selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,62 persen.
"Meskipun keadaan ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan perbaikan, namun Indonesia masih tercatat sebagai negara yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang masih rendah," ujar Menakertrans dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekjen Kemnakertrans Muchtar Luthfie pada acara Temu Wicara Media di Hotel Puncak Raya, Cisarua Bogor, Sabtu (26/11).
Apalagi, pada 2 November 2011, UNDP menyebutkan Human Development Index (HDI) Indonesia berada di urutan 124 dari 187 negara. Posisi tersebut jauh di bahwa Singapura yang berada di urutan 26, Malaysia 61, bahkan Thailand yang berada di urutan 101 dan Philipina 112.
Berdasarkan kondisi yang objektif tersebut, maka Indonesia harus melakukan upaya perbaikan berbagai infrastruktur di sektor yang diperlukan untuk dapat memperkuat posisi negara agar dapat bersaing di pasar global.
“Salah satu persoalan penting yang perlu diperbaiki adalah kualitas SDM, baik secara mikro yaitu perbaikan manajemen SDM dalam suatu perusahaan atau instansi atau secara makro yaitu memperbaiki angkatan kerja dalam skala nasional,” katanya.
Pemerintah berupaya untuk terus membuka lapangan kerja baru, namun salah satu solusi yang diprioritaskan adalah memberdayakan masyarakat melalui peningkatan kemampuan dan keterampilan dasar masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan.
Saat ini, Kemnakertrans berupaya mencetak wirausaha tangguh di berbagai bidang, dengan merancang pola kerjasama antara balai latihan kerja (BLK) milik pemerintah dan 3.000 lembaga pelatihan kerja swasta di seluruh wilayah Indonesia. “Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta latihan kerja yang didominasi para pencari kerja dan calon wirausahawan,” katanya.
Berdasarkan Data Kemnakertrans tahun 2011, jumlah BLK yang sedang beroperasi adalah 237 balai latihan milik pemerintah provinsi, kabupaten/kota. Terdiri 195 BLK Industri, 18 BLK Ketransmigrasian dan 24 BLK pengembangan produktivitas
Sumber :

Sabtu, 05 November 2011


Ø  PERENCANAAN, PEMASARAN DAN PROMOSI INDOMARET
Target pasar Indomaret adalah semua kalangan masyarakat di indonesia. Strategi pemasarannya diintegrasikan dengan kegiatan promosi yang dijalankan secara berkala dengan berbagai metode sesuai dengan jenis produk dan fokus target pasarnya.
Beberapa strategi  jangka pendek yang dijalankan oleh Indomaret antara lain :
·         “Harga Heboh”: promosi mingguan yang memberikan harga sangat murah untuk produk-produk kebutuhan sehari-hari
·         “Super Hemat”: leaflet edisi dua mingguan yang mempromosikan produk-produk dengan harga hemat sebagai panduan bagi konsumen untuk belanja hemat
·         “Promosi Bulan ini”: promosi bulanan atas produk tertentu dalam bentuk pemberian hadiah langsung atau potongan harga.
Untuk strategi  jangka panjang, Indomaret menerapkan berbagai program yang berkaitan dengan loyalitas konsumen serta pembentukan komunitas.
Dalam upaya meningkatkan brand image sampai ke tingkat dunia, Indomaret berhasil menjadi  “Official Event Store” (OES) Piala Dunia 2010 dengan menyisihkan peritel-peritel besar di indonesia. Dengan terpilihnya Indomaret sebagai OES oleh Global Brands Group-sebagai pemegang lisensi ekslusif FIFA di seluruh dunia-maka Indomaret menjadi gerai resmi yang menjual produk Piala Dunia 2010 serta berhak menggunakan logo dan atribut Piala Dunia 2010 pada setiap kegiatan promosi di Indonesia

Ø  PUSAT DISTRIBUSI INDOMARET
Sistem distribusi Indomaret menerapkan teknologi yang canggih dengan menggunakan digital picking system yang memungkinkan Indomaret menjalankan distribusi dengan andal, canggih, dan efisien. Dengan dukungan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya, distribusi ke seluruh gera Indomaret dapat terlayani dengan baik sehingga Pusat Distribusi Indomaret menjadi salah satu yang terbaik di indonesia.
Pada saat ini Indomaret memiiki 15 pusat distribusi yang merupakan sentral pengadaan produk untuk lebih dari 5.000 gerai Indomaret. Pusat Distribusi Indomaret berada di Jakarta, Sentul Bogor, Tangerang, Bekasi, Parung Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogjakarta, Surabaya, Jember, Malang, Lampung, Palembang dan Medan

Ø  Promosi
Sasaran pasar Indomaret adalah konsumen kelas menengah. Lokasi gerai yang strategis dimaksudkan untuk memudahkan Indomaret melayani sasaran demografisnya yaitu keluarga strategi pemasaran Indomaret diintegrasikan dengan kegiatan promosi. Secara berkala Indomaret menjalankan program promosi dengan berbagai cara, seperti memberikan harga khusus, undian berhadiah maupun hadiah langsung

Ø  Waralaba Indomaret
Bisnis waralaba kini telah menjamur di indonesia. Perkembangannya yang pesat mengindikasikan sebagai salah satu bentuk investasi yang menarik, sekaligus membantu pelaku usaha dalam memulai suatu usaha sendiri dengan tingkat kegagalan yang rendah. Meski bisnis waralaba yang ditawarkan semakin beragam, namun untuk menjatuhkan pilihan terhadap bisnis waralaba secara tepat, terkadang mengalami kesulitan. Padahal pilihan awal akan sangat menentukan. Ada hal mendasar dalam menentukan pilihan. Paling tidak bidang usahanya stabil dan berprospek serta track record pewaralaba(franchisor)baik dan berpengalaman sebagai strategi ekspansi yang melibatkan modal pihak lain, bisni waralaba mau tidak mau harus transparan dan konsepnya saling menguntungkan serta saling percaya di antara pewaralaba dengan terwaralaba (franchisee).
Tahun 1997 Indomaret melakukan pola kemitraan (waralaba) dengn membuka peluang bagi masyarakat luas untuk turut serta memiliki dan mengelola sendiri gerai Indomaret. Pola waralaba ini ditawarkan setelah Indomaret terbukti sehat dengan memiliki lebih dari 230 gerai, yang didukung oleh sistem dan format bisnis yang baik.
Pengalaman panjang yang telah teruji itu mendapat sambutan positif masyarakat, terlihat dari meningkat tajamnya jumlah gerai waralaba Indomaret, dari 2 gerai pada tahun 1997 menjadi 260 gerai pada Febuari 2003. Program waralaba Indomaret yang tidak rumit terbukti dapat diterima masyarakat. Bahkan, sinergi perwaralaba (Indomaret) dan terwaralaba (masyarakat) ini merupakan salah satu keunggulan domestik dalam memasuki era globalisasi

Ø  Struktur organisasi dari toko Indomaret





                                  
Ø  BERNEGOSIASI DENGAN PENJUAL
Strategi dalam bernegosiasi antara lain:
1.Mempertimbangkan sejarah penjual.
2.Menanyakan di mana barang-barang tersebut sekarang.
3.Menetapkan tujuan baik aturan pembayaran, transportasi dll.
4.Mengetahui tujuan dan batasan penjual.
5.Merencanakan untuk memiliki jumlah negosiator yang sama dengan
jumlah penjual.
6.Memilih tempat yang bagus untuk bernegoisasi
7.Mewaspadai tenggang waktu untuk menghindari perubahan
keputusan penjual.
PETUNJUK UNTUK NEGOISASI TATAP MUKA Yaitu dengan tujuh tips;
1. Pisahkan masalah pribadi dengan bisnis,
2. Memberi penekanan pada fakta objektif,
3. Bikin hubungan yang saling menguntungkan,
4. Biarkan mereka bicara,
5. Mengetahui sejauh mana harus berbicara,
6. Jangan membuat permusuhan apabila gagal bernegoisasi,
7. Mengkaji ulang pembicaraan negosiasi.
MEMBANGUN DAN MENJAGA HUBUNGAN STRATEGIS DENGAN
PENJUAL
Hubungan strategis juga dimaksud dengan hubungan kemitraan, menjalin
komitmen jangka panjang dan sama-sama menguntungkan. Menjaga
relasi strategis antara lain; saling mempercayai, komunikasi terbuka,tujuan sama, komtmen yang kredibel. Membangun relasi kemitraandengan; kesadaran, eksplorasi, perluasan dan komitmen.




Ø  ANALISIS SWOT
Strength (Kekuatan)
Sejak menggulirkan pola waralaba pada 1997,Indomaret memang bakprimadona yang banyak ditaksir investor. Dengan omset rata-rata pergerai per hari mencapai Rp 7-9 juta, siapa yang tidak tergiur? Denganperolehan omset itu, diperkirakan investasi untuk setiap gerai yangberkisar Rp 300350 juta (belum termasuk properti) akan habis selamakurang-lebih tiga tahun.Sudahbegitu,jualan yang ditawarkan menyangkutkebutuhan pokok sehari-hari yang memang semua orang perlu danmembutuhkan. Tak pelak, Indomaret terus menggeliat dan makinmenggiurkan.
Weaknesses (Kelemahan)
Kelemahan bisnis waralaba Indomaret antara lain:
- Waktu jam operasional yang terlalu panjang buka jam 07.00-22.00 WIB,pada moment-moment tertentu (Idul Fitri, Tahun Baru) s/d jam 24.00 WIB- Barang dagangan yang dijual atau dipajang sebagian besarmakanansiap saji.
- Belum mencukupi kebutuhan dapur (sayuran).
- Belum memperhatikan lingkungan terutama para pedagang kecil.
Oportunities (Peluang)
Kehadiran Indomaret telah menginspirasi pertumbuhan minimarket-minimarket lainnya. Menurut harian Surya, gerai minimarket di Jawa Timurtelah mencapai 1200 toko. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah.Artinya tumbuh dan meluasnya bisnis ini memang banyak diminati parainvestor. Lewat medium bisnis retail ini, celah peluang bisnis dan peluangkerja tercipta. Dan inilah alternatif bisnis yang prospektif saat ini danmasa mendatang.
Threats (Ancaman)
Bisnis ritel Indonesia masih dikuasai oleh empat nama besar: Carrefour,
Matahari, Hero, dan Indomaret. Ke depan, tren multiformat bakal
mendominasi. Ancaman juga datang dari perusahaan manufaktur yang
membuka toko sendiri






Sumber :
www.google.com
www.indomaret.co.id

Kamis, 29 September 2011


Ø Teori Manajemen dan Penerapan oleh Perusahaan :

LG Electronics
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
LG Electronics (KRXHYPERLINK "http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Korea_Stock_Exchange&action=edit&redlink=1"S: 066570, LSE: LGLD) adalah perusahaan multinasional dari Korea Selatan. LG Electronics adalah perusahaan Korea Selatan kedua terbesar dalam bidang perangkat elektronika dan terbesar ketiga di dunia dalam bidang pembuatan perangkat serupa.
Perusahaan ini berkantor pusat di LG Twin Towers di Yoido, Seoul. LG Electronics merupakan ikon dari LG Group.
LG Electronics merancang dan memproduksi TV, perangkat rumah tangga, dan perangkat telekomunikasi. LG Electronics juga memiliki perusahaanZenith Electronics dan mengontrol LG Displays, sebuah perusahaan gabungan dengan Philips Electronics.
Sejarah
Perusahaan ini pertama kali dibentuk pada 1958 dengan nama GoldStar, dan memproduksi radio, TV, kulkas, mesin cuci, lift, dan AC.[3]
LG Group merupakan gabungan dari 2 perusahaan Korea, yaitu Lucky dan Goldstar, dimana singkatan LG diperoleh.
Pada 1995, GoldStar berubah nama menjadi LG Electronics, dan membeli Zenith Electronics.
Divisi bisnis
          Mobile communications
Produknya adalah: telepon seluler dan notebook (sejak 2008, sebelumnya diproduksi oleh Digital Media) dengan ikon-ikon yang terkenal, a.l. Chocholate, Shine, Secret dan Cookie dan X-Note untuk notebook.
          Digital appliance
Produknya adalah: kulkas, AC, mesin cuci, vacuum cleaner, air purifier, wine storage dll.
          Digital display
Produknya adalah: televisi (CRT, LCD dan PDP), monitor (CRT dan LCD), proyector (LCD dan DLP)
          Digital media
Produknya adalah: perangkat audio/video (car audio, home theater system, DVD player, DVD recorder dll)


Ø Lingkungan Eksternal Mikro dari Perusahaan LG   :


         Costumer Perusahaan LG
Meliputi : Konsumen perorangan, Perusahaan Media, Universitas, Perusahaan Telekomunikasi, Perusahaan Asuransi dan Lembaga Keuangan


         Ancaman produk substitusi
a. PT Lg Elektronik merupakan brand elektronik yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari LCD TV, AC, Kulkas, Mesin Cuci, dan lainnya, dengan produk utama yang inovatif berupa Air Conditioner. Substitusi dari produk LG Elektronik tentunya masih bersifat tradisional. Misalnya produk LCD TV substitusinya Radio atau bahkan layar sandiwara berupa opera, Kamera substitusinya Lukisan, AC substitusinya Kipas Sate, Kulkas substitusinya termos es, Mesin Cuci substitusinya Papan Gilasan dsb.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Menjadikan manufaktur kelas dunia di bidang produk elektronik
- Menghasilkan produk dengan kualitas terbaik
- Menawarkan produk-produk yang akan memperkaya hidup mereka; produk-produk yang dibuat berdasarkan ide-ide segar dan inovatif.
- Terus berinovasi menciptakan produk-produk yang handal berguna dan hebat.
- Terus mengikuti perkembangan kemajuan elektronik.


         Kekuatan Kompetitor

       Samsung, Sony, Panasonic, Sanyo, Sharp, Toshiba, Denpoo dll.
       Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Melakukan Inovasi Produk
- Harga yang lebih terjangkau tetapi mutu tetap
- Promosi ditingkatkan


         Ancaman masuk dari pendatang baru
a. Pendatang baru perusahaan elektronik yaitu: Fujitsu, Axus, dll.
b. Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Mempertahankan Loyalitas Konsumen dengan perbaikan pelayanan konsumen
- Tetap menjadikan produk elektronik yang tahan lama dan berdaya saing mengikuti perkembangan zaman


Ø Tanggung jawab social perusahaan LG :
 Memberikan kontribusi usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui berbagai kegiatan dan donasi.
- Program pemberian beasiswa tanpa ikatan dinas apapun bagi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi di negeri ini untuk melanjutkan program studi pasca sarjana (S2) di universitas- universitas terkemuka di Korea.
LG Kode Etik
Kita, di LG, saling berbagi dan percaya pada 2 kunci filosofi perusahaan
yakni “Menciptakan nilai bagi pelanggan” dan “Manajemen yang
menjunjung martabat manusia”. Berdasarkan filosofi ini dan melalui
semangat dari Manajemen, Kita berusaha untuk menciptakan manajemen
secara bebas dan bertanggung jawab.
Maka dengan filosofi ini, kita wajib untuk menegakan prinsip pasar ekonomi
bebas yang mencerminkan semangat persaingan yang adil. Kita memiliki
komitmen untuk mencapai tujuan agar menjadi pemimpin pasar secara
global, kita akan terus meraih keuntungan bersama untuk para pemegang
saham yang berlandaskan kepercayaan dan kerjasama. LG memiliki
komitmen untuk berperilaku dan mengambil keputusan berdasarkan kode
etik.

·       Bagian 1. Tanggung Jawab Kewajiban Kepada Konsumen
Kita sangat menghormati pendapat-pendapat dari konsumen dengan
keyakinan bahwa merekalah yang membentuk awal bisnis kita. Kita mencari
kepercayaan yang mutlak terjamin dari konsumen kita dengan terus
menerus menyediakan nilai yang berguna :

1. Menghargai Konsumen
Kita menghargai pendapat konsumen dan meyakini kebutuhan mereka yang
sebenarnya setiap waktu. Oleh karena itu kita sangat menghargai
konsumen kita sebagai standard utama untuk keputusan dan tingkah laku
kita.

2. Menciptakan Nilai
Kita bekerja untuk menciptakan nilai untuk konsumen kita melalui kepuasan
konsumen yang kita bangun sebagai fondasi dari kemakmuran kita. Kita
secara terus menerus menciptakan nilai kegunaan yang sepenuhnya
menguntungkan dan memuaskan konsumen.

3. Menyediakan Nilai
Kita selalu jujur kepada konsumen kita, dan menepati ucapan kita. Kita
menawarkan kualitas produk yang paling bagus dan pelayangan untuk
konsumen dengan harga yang sesuai dan menjawab permintaan mereka
dengan cepat dan tepat.


·       Bagian 2. Persaingan Yang Adil
Kegiatan bisnis kita yang mendunia, menyesuaikan diri kepada hukumhukum
dan peraturan-peraturan yang relevan dari negara setempat. Pada
waktu yang sama, kita menggunakan keadilan dalam menjaga persaingan
dalam pasar dunia.

1. Mengejar Persaingan Bebas
Kita menegakan prinsip dari sistem ekonomi bebas. Oleh karena, itu kita
mengejar persaingan bebas dan mendapat kepercayaan konsumen melalui
kualitas produk dan pelayanan yang baik. Kita bersaing secara adil dan baik
dengan kompetitor, tetapi tidak memaksakan diluar dari kepentingannya,
atau memanfaatkan kelemahannya.

2. Pemenuhan dengan Hukum-hukum dan Peraturan-peraturan
Kita memimpin bisnis domestik dan luar negeri yang berkenaan dengan
hukum dan peraturan lokal dan dengan menghargai pabean bisnis lokal.


·       Bagian 3. Transaksi Yang adil
Semua transaksi bisnis dijalankan dengan berdasarkan prinsip-prinsip
persaingan yang adil dengan jaminan kesempatan yang sama untuk setiap
kesatuan untuk berpartisipasi. Kita membangun kepercayaan dan hubungan
kerjasama melalui transaksi yang adil dan transparan. Seperti hubungan
yang dibangun dengan perspektif jangka panjang untuk pertumbuhan
bersama.

1. Kesempatan Yang Sama
Kita menawarkan kesempatan yang sama kepada semua perusahaan yang
memenuhi kulifikasi yang ingin menjadi mitra bisnis kita.
Semua pemohon didaftarkan dan dipilih berdasarkan peraturan yang
rasional yang mengikuti proses pengujian yang objektif dan adil.

2.. Peraturan Transaksi Adil
Semua transaksi bisnis diselenggarakan dalam keadaan yang wajar.
Prosedur dan persyaratan transaksi akan di diskusikan secara sesuai
diantara pihak yang terlibat. Semua bentuk transaksi yang tidak adil,
menyalahgunakan posisi tinggi tidak akan diterima.

3. Mendukung Dan Membantu Mitra Bisnis
Kita mendukung pertumbuhan jangka panjang dari dealer dan vendor kita
dengan meningkatkan persaingan melalui bantuan secara teknologi dan
yang berhubungan dengan kepemimipinan. Kita membagi keuntungan
diperoleh dari inovasi bisnis.
Kita menjalankan kerjasama dengan dealer dan vendor kita dalam
menciptakan lingkungan perdagangan yang sehat dan menjalankan sistem
perdagangan yang adil.


·       Bagian 4. Etika Dasar untuk Karyawan
Berdasarkan pada kepercayaan dan keadilan, karyawan LG menciptakan
nilai dan menjalankan kewajiban dengan melalui pengembangan diri yang
berkelanjutan dan keadilan dalam kinerja.

1. Etika Dasar
Karyawan LG merasa bangga terhadap perusahaan mereka dan selalu
memelihara kejujuran dan perilaku yang adil. Karyawan LG menjaga
standard yang tinggi dari moral dan terus bekerja keras untuk memelihara
martabat mereka sendiri dan kehormatan perusahaan.

2. Penyelesaian Tugas
Karyawan LG dengan tulus menjalankan tugas mereka dalam pemenuhan
kepada visi dan kebijaksanaan perusahaan. Pemberian tugas dilaksakan
dengan baik sesuai dengan kewajaran serta peraturan dan hukum yang
berlaku. Karyawan LG melindungi dan memelihara asset perusahaan dan
tidak membocorkan informasi rahasia yang diperoleh selama menjadi
karyawan LG. Karyawan LG mengerahkan tenaga mereka untuk
meningkatkan efisiensi melalui komunikasi yang terbuka dan kerjasama
dengan kolega dan departemen yang berhubungan

3. Pengembangan Diri
Karyawan LG merumuskan gambaran ideal mereka masing-masing dari
karyawan yang patut dicontoh dan secara terus menerus bekerja keras
untuk menyesuaikan diri dengan gambaran melalui pengembangan diri
secara berkelanjutan.

4. Kesetaraan Dalam Kinerja
Karyawan LG menjalankan tugas mereka berdasarkan kejujuran dan
keadilan, untuk mengembangkan budaya bisnis. Karyawan LG tidak
menerima pemberian dalam bentuk apapun dari pihak yang berkepentingan
dengan bisnis LG, sehingga dapat mempengaruhi penilaian yang adil.
Karyawan LG tidak melakukan sesuatu yang tidak sopan dan tidak sesuai
dengan etika perilaku yang ditentukan oleh norma-norma sosial dalam
menyelesaikan tugas mereka dan dalam kehidupan pribadi mereka.

5. Penghindaran Dari Konflik Dengan Perusahaan Yang Memiliki Kepentingan
Karyawan LG menghindari setiap perilaku individu atau hubungan yang
bertentangan dengan keinginan perusahaan. Karyawan LG tidak
menggunakan asset perusahaan untuk kepetingan pribadi tanpa ijin dari
atasan.


·       Bagian 5. Tanggung Jawab Perusahaan Untuk Karyawan
LG berusahaan keras untuk menghormati martabat manusia dan berlaku
adil kepada setiap karyawan berdasarkan kemampuan dan kinerja mereka.
LG juga berusaha keras mengembangkan kreativitas karyawannya.

1. Menghormati Martabat Manusia
LG memperlakukan setiap karyawan dengan kepercayaan dan kasih sayang
dan menilai setiap martabat manusia sebagai individu. LG memberikan
usaha yang terbaik untuk membantu karyawan mencapai martabat dan
pemenuhan pribadi dengan menanamkan sebuah pengertian dari
kepemilikan pekerjaan mereka. LG membuat peraturan-peraturan dan
pedoman pendidikan yang diperlukan untuk karyawan untuk melakukan
tugas mereka dengan keadilan.

2. Perlakuan yang Adil
LG menawarkan kesempatan yang sama untuk setiap karyawan
berdasarkan atas kemampuan dan bakat mereka. LG Menerapkan tolak
ukur untuk mengevaluasi kemampuan dan kinerja oleh karyawannya, dan
memberikan penghargaan.

3. Memajukan Kreativitas
LG membuat usaha sepenuhnya untuk memajukan lingkungan kerja yang
kondusif untuk berfikir kreatif dan perilaku secara otonomi. LG
mengembangkan dan mengatur sumber daya karyawan untuk jangka
panjang dan memberikan dukungan aktif untuk mengolah kemampuan
kepada karyawan. LG menciptakan sebuah budaya organisasi yang mandiri
yang mengutamakan kepercayaan bersama, pemahaman dan kepercayaan
untuk gaya hidup yang berbeda diantara karyawan.


·       Bagian 6. Tanggung Jawab Kepada Masyarakat dan Negara
LG memberikan kontribusi kepada kesejahteraan nasional dan
pengembangan sosial melalui pengembangan bisnis secara rasional ke
dalam perusahaan dan terpercaya melalui pengelolaan kepentingan
pemegang saham.

1. Pengembangan Bisnis Yang Rasional
LG mendirikan usahanya, menghormati nilai sosial di domestik dan di luar
negeri. LG memajukan perluasan bisnisnya berdasarkan pertumbuhan
perusahaan stabil.

2. Melindungi Kepentingan Pemegang Saham
LG melindungi setiap kepentingan pemegang saham dengan memberikan
keuntungan secara sehat melalui managemen yang efektif.

3. Kontribusi Kepada Pengembangan Sosial
LG memberikan kontribusi kepada pengembangan nasional dan sosial
dengan melalui penciptaan lapangan kerja, pembayaran pajak, dan
memajukan budaya dan program kesejahteraan.

4. Pemeliharaan Lingkungan
LG bekerja keras untuk mencegah polusi lingkungan dan menggunakan
semua tolok ukur yang diperlukan untuk memelihara sumber alam yang
berharga.


Sumber : http://google.com